Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Tetapi jangan pernah merusak diri sendiri. Jangan sekali-kali. Kita selalu spesial. Istimewa.
(Tere Liye)
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Tetapi jangan pernah merusak diri sendiri. Jangan sekali-kali. Kita selalu spesial. Istimewa.
(Tere Liye)
Saya yakin, pasti banyak di antara kita yang ngikutin trend galau ,,, (ayo ngaku...). pokoknya dikit-dikit galau, mau makan galau, mau minum galau, mau berangkat sekolah atau ngampus galau, bertemen galau, pacaran galau, pkknya nggak ada (ga)Loe nggak rame... ( ckckckck..)
Kira-kira apa ya penyebabnya?? (tik..tak..tik..tak)
Apa mungkin karena kita selalu mengganggap semuanya itu masalah yang harus di cari solusinya....?? who knows...
terkadang,
hidup itu hanya perlu mengikuti alur, ini bukan berarti kita hidup
pasrah yaa.. hidup itu perjuangan (catet tuh). Kadang masalah itu cuman
perlu waktu buat kita lewati, entah dengan cara menemukan solusi, atau
sekedar mengabaikannya.. di sini saya mau berbagi pengalaman, bagaimana
saya menghadapi masalah2 saya selama ini,,, ini cuman sekedar share
yaaa... bukan menggurui... saya bukan Eyang ***** lho.. semoga
bermanfaat...
1. Kalo lagi galau karena sekolah/kampus
kalo dalam kondisi kayak gini saya lebih milih buat cari solusinya, misalkan, ada materi yang belum saya
pahami, maka saya akan nyoba segala cara ( ex: cari di google, ke
perpus, minta materi, minta di ajarin, liat youtube dll yang positip (non klenik OK ^_^), kenapa?? soalnya masalah jenis begini itu sifatnya urgent dan harus. ini kan tugas pokok kita jadi we must do the best for this.. OK, misalkan lagi, sebagai mahah siswa pharmacy yang sering pretest ini itu (especially yang sama dosen), materi itu harus bener2 dipahami, walaupun nggak keseluruhan yang penting kita pegang dasarnya.. hal-hal macem gini mah bisa kita lakuin, apalagi bareng temen2 lebih mantep nih,,, "samakan misi" jargon saya dan teman2..
2. Kalo galau karena hal-hal kecil
Misalnya apa nih?? kayak lauk nggak cocok, pengen baju baru, sepatu baru, pengen ini, pengen itu , dan bla...bla...bla...
bla... (pokoknya khas cewek bgt) saya lebih memilih untuk
mengabaikannya. kenapa?? soalnya saya itu bukan putri kerajaan atau
selebritis neng, yang pingin ini itu pasti bisa didapetin,,, wake up girls !! hidup itu nggak kayak cerita dongeng yang ada peri
dan hal2 magic lainnya, hidup itu nggak kayak sinetron yang cuman
ngomong dalam hati tiba-tiba langsung ada,,, segalanya perlu proses..
lagi pula seharusnya kita harus bersyukur dengan keadaan
kita yang sekarang, masih banyak orang2 yang nggak seberuntung kita,
jadi hal2 kayak gini dilupain aja ya,,, nanti klo ada uang lebih pasti
koq kita beli... daripada gitu, lebih baik disedekahin aja ke orang-orang yang MEMANG perlu dibantu.^_^
3. Kalo galau karena virus daun waru??
eaeaea... yang ini nih yang punya bius lokal, bikin makanan rasanya hambar (tapi saya nggak, makan tetep enak... wek) , hampa , tak bertenaga, dan segala hal lebay yang tiba2 merasuki diri kita... (wadduhhh!! bahaya nih...-_-)
Simak dulu catatan dari Tere Liye ini yaaa:
Bukankah,
banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
"jadi, jawaban apa yang harus diberikan?"
Bukankah,
banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
"aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?"
Bukankah,
banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?"
Bukankah,
banyak yang menambatkan harapan
yang sayangnya, seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
"akan kau tambatkan di mana?"
Bukankah,
banyak yang menatap dari kejauhan
yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain
Bukankah,
banyak yang menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2
yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
pun bagaimanalah akan membacanya
Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia
banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
"jadi, jawaban apa yang harus diberikan?"
Bukankah,
banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
"aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?"
Bukankah,
banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?"
Bukankah,
banyak yang menambatkan harapan
yang sayangnya, seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
"akan kau tambatkan di mana?"
Bukankah,
banyak yang menatap dari kejauhan
yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain
Bukankah,
banyak yang menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2
yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
pun bagaimanalah akan membacanya
Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia
jangan mencintai manusia melebihi cinta kita sama Allah yaa...
apalagi kalo dia bukan mahram kita, bakal rugi loo, coba di pikir deh, ketika kita nggak mau makan, lebih suka menyendiri, mikirin dia, nangisin dia, dll.. dia sedang apa?? main futsal?? nggosip?? nonton tv?? tidur?? jalan2?? atau malah lagi nggodain orang lain??lah enak di dia donk!!
Simak yang satu ini yaa: Masih dari Tere Liye
"Punya
perasaan ke orang lain itu bukan kayak (maaf) mau buang air besar, yang
kalau nggak segera, bisa puf di celana. Juga tidak sama kayak berobat
sakit jantung, yang jika tidak bergegas bisa berbahaya sekali. Atau
kayak UN, kalau telat pengawasnya nggak nyuruh masuk ikut ujian.
Berapa lama sih kita menyimpan perasaan itu? Kalau cuma hitungan satu, dua tahun, atau bulan, apalagi baru minggu, hari--lantas sudah rusuh pengin bilang, itu sih masih sebentar. Biarkan waktu membuktikan apakah perasaan itu membesar, atau sebaliknya terlupakan. Bukan sebaliknya buru2 pengin bilang, yang kemudian mau apa? Dan jelas, dengan disimpan, dipikirkan berkali2, sambil terus menyibukkan diri, kita akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "
--Tere Liye
Berapa lama sih kita menyimpan perasaan itu? Kalau cuma hitungan satu, dua tahun, atau bulan, apalagi baru minggu, hari--lantas sudah rusuh pengin bilang, itu sih masih sebentar. Biarkan waktu membuktikan apakah perasaan itu membesar, atau sebaliknya terlupakan. Bukan sebaliknya buru2 pengin bilang, yang kemudian mau apa? Dan jelas, dengan disimpan, dipikirkan berkali2, sambil terus menyibukkan diri, kita akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "
--Tere Liye
Yah.. direnungin sendiri yaa... klo yang ini pengalaman saya masih sedikkiiiiiiittt bgt... jadi saya serahkan ke kalian...
4. kalo galau karena masalah di organisasi
nah, yang ini perlu banget musyawarah, bukan buat cari persetujuan terbanyak lo, tapi buat cari jalan keluar terbaik, yang mufakat, yang diterima semua anggota, tanpa menyakiti salah satu pihak. galau model
ini memang kompleks sih, tapi bukan nggak mungkin diselesein, cuman
butuh kedewaaan dari anggotanya, jangan ngomong dibelakang, katakan isi
hati kalian di forum rapat, jangan mempengaruhi orang... pokoknya harus profesional...
Cara
saya yang selama ini saya lakukan untuk meredam masalah saya adalah
dengan CURHAT. eitss.. nanti dulu, tempat saya curhat istimewa lo, bukan teman, kantor polisi, kak seto, bunda romi ato yang lain, Tempat curhat saya ini bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah loo...(bukan pegadaian jeng... -_-)
Hanya Dia-lah ALLAH SWT tempat kita mencurahkan segala isi hati , tempat mengadu segala permasalahan hidup kita, Allah SWT selalu memberikan solusi buat segala permasalahan yang kita curhatin, Allah SWT yang membuat jalan cerita buat kita, mari sama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah-lah yang dapat membolak-balikan hati manusia.
Wah wah wah... sepertinya post saya kali ini banyak tulisannya ya... (Alhamdulillah), cukup sekian yaa.. kalo ada kesalahan, ato menyinggung, mohon maaf ( kesalahan milik saya, kesempurnaan hanya milik Allah SWT)... saya baru mulai belajar buat tulisan2 kayak gini, jadi sangat ditunggu saran dan kritik membangunnya yaa... makasih sudah baca...semoga bermanfaat^_^
MOTIVASI DIRI KITA SETIAP HARI SUPAYA NGGAK LOYO ... AAL AZZ WELL !!!
nb: terimakasih untuk "Tere Liye" dan novel2nya yang memberikan kata-kata indah untuk direnungkan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar